Dua Garis (positive) Tespekku.
Bismillah,
"Kamu gimana uda isi belum nih?"
"Anak berapa sudah?"
"Kok belum punya anak, apa sengaja nunda?"
Pertanyaan itu pasti akan sangat familiar di telinga orang yang sudah menikah (khususnya di Indonesia)
Perihal jodoh, anak, pekerjaan adalah topik hangat yang selalu "mudah" untuk dibahas dan dilontarkan kepada orang yang sedang berada di posisi "tepat" untuk diberikan pertanyaan itu.
Padahal kita, sejatinya memiliki suatu hal (sesuatu yang tidak ingin dibahas karena merasa ini adalah sesuatu yang pribadi) dan berharap juga orang lain tidak "usil untuk bertanya "hal-hal yang tidak ingin dibahas itu"
Tetapi yaa...
Tentu saja, tidak setiap orang, tidak semua orang peka dan mengerti akan hal itu.
Terkadang dengan "ringannya" bertanya kepada orang yang memang belum dikaruniai anak
"Kenapa belum isi say?"
Pertanyaan itu tidak akan menjadi masalah atau sesuatu yang menyakitkan jika ditujukan kepada orang yang memang sengaja menunda untuk memiliki momongan,
Tetapi kenyataannya, ada yang bahkan sudah menunggu beberapa tahun, mungkin sampai 10 tahun atau lebih, belum lagi biaya dan usaha yang dia lakukan demi bisa mendapatkan dua garis positive tespek.
Kita tidak akan pernah tahu hal apa yang sudah orang lain alami, usaha apa saja yang sudah dia lakukan, sesakit apa perasaan dan hatinya ketika tespek yang dia harap menunjukkan garis dua ternyata hanya menunjukkan satu garis.
So, bijaklah dalam berkomentar atau jika benar-benar ingin memberikan suppprt.
Cukup katakan "Semoga doa-doamu dikabulkan ya. Semangat!"
Itu sudah cukup untuk membesarkan dan menyemangati orang yang bersangkutan.
Anyway,
Aku sendiri mengalami hal di atas selama 4 tahun 4 bulan, sebelum akhirnya tespekku menunjukkan dua garis positive 😊
Yaa...
Selama 4 tahun lebih itu pertanyaan itu adalah pertanyaan yang seringkali ingin kuhindari, tidak ingin menjawabnya atau bahkan ingin kubalas dengan kasar/jawaban yang menyakitkan.
Mungkin karena waktu itu aku masih belum bisa berdamai dengan diriku, dengan keadaan, dengan orang-orang, dengan pertanyaan yang "wajar" ditujukkan kepada orang yang sudah menikah.
Dan itu juga salah satu sebab sampai aku jauh-jauh mendaftar PNS di Kalimantan ini, karena ingin menjauh dari pertanyaan itu.
Segitunya ya aku waktu itu 😄
Sampai kabur ke pulau sebelah hanya karena ingin menghindari pertanyaan "Kapan hamil?"
😌😌😌
Tetapi akhirnya memang, Allah lah yang Maha berkehendak,
Qodarulloh, setelah 4 tahun lebih akhirnya aku benar-benar melihat dua garis itu ada di tespekku 😭😭😭
*speechless
Padahal diagnosa dokter aku mengidap pcos.
Dan waktu konsultasi ke klinik infertilitas di RS Moewardi Solo kala itu, dokter kandungannya langsung mengatakan
"Kamu sulit hamil"
😢😢😢
Itu adalah 3 kata dalam satu kalimat yang membuatku merasa berhenti bernapas untuk sesaat.
Kenapa?
Kenapa harus aku?
Kenapa aku gak segampang orang-orang yang bisa langsung hamil?
Kenapa aku bermasalah?
Dan mulailah aku menyalahkan diriku, menyalahkan takdir, menyalahkan keadaan, takut ditinggalkan suami karena tidak bisa memberikan keturunan 😢
Jujur aja aku merasa "lemas dan tidak tahu harus bagaimana seandainya selama hidup aku tidak bisa hamil" 😭
Banyak sekali ketakutan yang muncul dan berputar-putar di kepalaku.
Sampai akhirnya suamiku mengatakan "Kita usaha lagi ya, kalau pun kemungkinan terburuknya kamu sampai ga bisa hamil dan kita gak bisa punya anak yaudah kita jalani hidup kita ini dengan sabar, ikhlas dan terima keadaan ini, mungkin ini yang terbaik menurut Allah buat kita"
😭😭😭
Seperti mendapatkan nafas buatan di saat aku sesak napas.
Sangat butuh dukungan dari pasangan waktu itu tuh.
Sampai akhirnya setelah beberapa kali menjalani program hamil, mencoba banyak obat herbal, apa yang kata orang bisa mempermudah kehamilan aku jalani, aku coba...😔
Sampai pada titik aku merasa "jenuh"
Karena tidak ada yang berhasil 😞
Dan akhirnya pasrah karena kondisi yang mengharuskan aku terpisah jarak yang jauh dengan suami, pekerjaan baru, adaptasi baru...
Segala hal yang membuat diriku disibukkan dengan aktifitas hingga tanpa sadar aku melupakan program hamil yang kemarin sudah kumulai.
Tapi di saat aku pasrah, rileks, mencoba menerima kondisi, tidak memaksakan sesuatu yang mungkin "belum waktunya"
Tiba-tiba, hari itu, Sabtu tanggal 25 April 2020 aku memberanikan diri dan (tanpa berharap banyak, karena takut kecewa oleh harapanku sendiri) aku pergi ke apotik untuk membeli tespek...
Dan...
Qodarulloh...
Tespek itu menunjukkan dua garis terang 😭😭😭
Yaa tespek itu benar-benar menunjukkan dua garis positive.
Hal yang selama ini aku nanti dari puluhan tespek yang sudah aku coba 😭😭😭
Alhamdulillah
Alhamdulillah
Alhamdulillah
Bersyukur sekali padaMu ya Allah atas karunia ini.
Di saat dokter mendiagnosa "sulit hamil" tapi nyatanya Kuasa Allah lah yang tiada bandingannya.
Akan kurawat dan kujaga amanah ini dengan sebaik-baiknya, insyaallah ❤❤❤
Saturday
Kotabaru,
17 Oktober 2020
Komentar
Posting Komentar